Prancis dan Amerika Serikat berusaha mendorong Israel untuk menarik semua pasukan militernya dari Lebanon selatan. Upaya ini dilakukan dengan menawarkan kemungkinan penempatan pasukan perdamaian atau perusahaan keamanan swasta di area strategis.
Semua pasukan Israel seharusnya telah meninggalkan wilayah Lebanon pada hari Selasa, seiring dengan berakhirnya tenggat waktu untuk pelaksanaan kesepakatan gencatan senjata. Kesepakatan ini diambil untuk mengakhiri satu tahun konflik antara Israel dan kelompok Hezbollah.
Meskipun kota-kota perbatasan yang dihuni oleh warga sipil kini bebas dari tentara Israel, namun pasukan Israel masih bertahan di lima titik kunci di selatan Lebanon.
Menurut sumber diplomatik Amerika, Israel mengusulkan untuk mempertahankan kendali atas lima titik tersebut setidaknya sampai 28 Februari. Hal ini dilakukan untuk "mengawasi kembalinya warga Israel secara aman" ke komunitas mereka yang terletak dekat perbatasan Lebanon.
Namun, Presiden Lebanon, Joseph Aoun, dengan tegas menolak proposal tersebut. Seorang juru bicara kepresidenan menyatakan bahwa Lebanon akan menganggap setiap kehadiran pasukan Israel sebagai pendudukan, dan memiliki "hak untuk menggunakan semua cara" demi memastikan penarikan pasukan tersebut.
Prancis, yang merupakan anggota komite pengawas dari lima negara yang memantau gencatan senjata, juga menolak proposal Israel. Sumber diplomatik Prancis mengatakan bahwa Presiden Emmanuel Macron secara pribadi menghubungi Presiden Aoun dan memberitahu pihak Israel bahwa Lebanon menolak setiap bentuk pendudukan yang berkelanjutan.
Prancis menawarkan untuk mengerahkan tentara Prancis atau pasukan penjaga perdamaian PBB di lokasi tersebut sebagai gantinya. Namun, menurut Menteri Luar Negeri Lebanon, Youssef Rajji, Israel menolak rencana ini.
Konflik ini menunjukkan kompleksitas hubungan antara Israel dan Lebanon, di mana ketegangan sering kali muncul akibat keberadaan militer di wilayah perbatasan. Masyarakat internasional terus memantau situasi ini, berharap akan tercapainya perdamaian yang berkelanjutan di kawasan tersebut.
Israel Lebanon Prancis AS pasukan perdamaian