Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengumumkan bahwa program bantuan pangan yang sedang berlangsung di Indonesia dapat berfungsi sebagai alat untuk mengendalikan inflasi pangan nasional. Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa yang berlangsung secara umum, yang bisa menyebabkan biaya hidup meningkat.
Menurut Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, program ini memiliki dampak positif yang signifikan terhadap kestabilan inflasi pangan. Arief menjelaskan bahwa pergerakan indeks harga pangan akan sesuai dengan harapan jika program ini diterapkan dengan tepat.
Dia menambahkan, salah satu langkah penting yang perlu dilakukan untuk mengendalikan inflasi adalah dengan melaksanakan berbagai program intervensi. Ini termasuk memaksimalkan penggunaan stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), yang merupakan simpanan makanan strategis untuk mengantisipasi krisis pangan.
Arief juga menekankan pentingnya keberlanjutan dalam skema ini, terutama menjelang fase penting terkait padi. Ia menyebutkan bahwa ada kemungkinan bisa terjadi defisit antara produksi bulanan dan kebutuhan konsumsi pada akhir tahun 2024 hingga awal 2025. Dalam kondisi seperti itu, program bantuan pangan ini diharapkan dapat menyeimbangkan pasokan dan permintaan sehingga harga tetap stabil.
Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat tidak akan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada koordinasi yang baik antara pemerintah dan para petani.
inflasi pangan bantuan pangan Badan Pangan Nasional