Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Pembangkang Menang Besar dalam Pemilihan Umum Yordania

Front Aksi Islam (IAF) berhasil meraih kemenangan signifikan dalam pemilihan umum Yordania, berdasarkan hasil awal yang diumumkan pada hari Rabu. Dalam pemilihan ini, IAF, yang merupakan partai oposisi terbesar, telah memenangkan 32 kursi dari total 138 kursi di parlemen. Pemungutan suara dilakukan pada hari Selasa dan merupakan pilihan umum yang pertama dijalankan di bawah undang-undang pemilu baru.

Undang-undang pemilu ini dirancang untuk memberi lebih banyak peran kepada partai politik dalam parlemen yang selama ini didominasi oleh kelompok suku dan pro-pemerintah. Menurut undang-undang pemilu yang baru, sebanyak 41 kursi telah dialokasikan untuk partai, pertamanya dalam sejarah Yordania. Ini berarti IAF meraih sekitar 20% dari total kursi yang ada.

Tujuan dari undang-undang yang diperbarui ini adalah untuk mengurangi pengaruh kekuasaan suku dan memperkuat peran partai politik di negara ini. Namun, diperkirakan parlemen tetap akan dikuasai oleh anggota yang berasal dari kalangan suku, sentris, dan pro-pemerintah.

Hasil awal menunjukkan bahwa Front Aksi Islam mendapatkan 18 kursi dari daftar partai dan 14 kursi dari daftar lokal. Hasil tersebut berdasarkan setengah juta suara yang telah dihitung. IAF juga mengklaim bahwa daftar lokal mereka unggul di banyak provinsi, terutama ibu kota Amman, di mana mereka menyatakan telah memenangkan seluruh kursi kuota.

Kemenangan ini mencatat sejarah baru bagi IAF dan mencerminkan suasana hati rakyat Yordania, terutama dalam konteks perang Israel di Gaza. Hanya dua hari sebelum hari pemungutan suara, ketegangan meningkat di perbatasan ketika seorang penembak Yordania menyerang dan membunuh tiga penjaga Israel. Ini menjadi serangan pertama yang terjadi sejak tahun 1990-an.

Ikatan Muslim, yang merupakan afiliasi ideologis IAF, telah melakukan protes besar-besaran di Yordania untuk mendukung Palestina dan Hamas. Hal ini kemungkinan meningkatkan popularitas mereka di mata publik. Namun, lawan IAF berpendapat bahwa partai ini memanfaatkan kemarahan masyarakat terhadap perang di Gaza untuk meraih suara lebih banyak.

Hasil resmi pemilihan ini diharapkan diumumkan pada malam hari ini, setelah pengumuman hasil dari sembilan distrik lokal yang tersisa.

library_books Middleeasteye