Di Indonesia, tradisi cowekan, yaitu menggunakan cobek sebagai wadah untuk menyajikan kue, nasi, dan buah-buahan, seringkali tergantikan dengan wadah modern seperti plastik dan stainless steel. Namun, Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan memilih untuk menghidupkan kembali tradisi ini dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Pada acara yang berlangsung di Auditorium Mpu Sindok, Komplek Graha Maslahat, pada Selasa, 10 September 2024, ratusan cobek dihadirkan sebagai wadah untuk berbagai makanan khas Maulid, seperti nasi kuning, buah-buahan, dan kue tradisional. Cobek-cobek tersebut kemudian diberikan sebagai oleh-oleh bagi lebih dari 350 ibu yang hadir dalam pengajian tersebut.
Keberadaan cobek tersebut ternyata mendapatkan sambutan yang sangat positif dari para undangan. "Cobeknya besar dan bagus sekali. Lumayan kalau pengen rujakan atau bikin sambel dengan porsi banyak, bisa dipakai," kata Anita, salah satu peserta pengajian.
Ny Luhur Ngudi Setyaningrum, Pj Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan, menjelaskan bahwa tradisi cowekan memiliki filosofi yang mendalam. "Cowek itu kan dari tanah, unsur dasar kehidupan itu tanah, yang kemudian dibakar dan dikeraskan menjadi alat serbaguna. Itu gambaran bahwa manusia itu ditempa dengan ujian atau masalah, sehingga bisa menjadi manusia yang berkembang dan bermanfaat," ungkapnya.
Lebih lanjut, istri Pj Bupati Pasuruan, Andriyanto, menekankan pentingnya memberdayakan usaha kecil dan menengah (UKM) serta warga lokal. "Semua oleh-oleh berasal dari kearifan lokal sekitar. Mulai dari cobek, buah, dan sayur, serta lauk pauk, semuanya berasal dari warga sekitar. Kita berdayakan yang terdekat daripada yang jauh-jauh," jelasnya.
Di akhir acara, seluruh undangan mendengarkan siraman rohani dari Nyai Hj Imamah, yang mengajak semua peserta untuk meneladani karakter Rasulullah SAW sebagai Pribadi yang membawa rahmat bagi seluruh alam.
cowekan Maulid Nabi Pasuruan tradisi cobek