Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Kenaikan Harga Buah Jelang Perayaan Maulid di Pasuruan

Menjelang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, harga buah di pasar-pasar tradisional di Pasuruan mengalami lonjakan yang signifikan. Kenaikan harga ini terlihat jelas di Pasar Pasrepan pada hari Senin, 9 September 2024.

Beberapa pedagang buah di Pasar Pasrepan, seperti Yaqin (43), terlihat sepakat untuk menaikkan harga barang dagangan mereka. Yaqin yang menjual buah nanas menjelaskan bahwa harga nanas bervariasi tergantung pada ukuran buahnya. Nanas berukuran paling besar dijual dengan harga Rp 25.000 untuk tiga buah, yang jika dibeli per biji harganya menjadi Rp 8.500. Sementara nanas-kecil dijual dengan harga mulai dari Rp 10.000 untuk tiga biji.

“Kalau paling mahal ya Rp 8.500 per satu biji. Itu untuk nanas jumbo. Yang paling kecil ya Rp 2.500 per buah,” ungkapnya. Menariknya, semua nanas yang dijual Yaqin berasal dari Blitar dan merupakan jenis nanas madu yang terkenal manis.

Yaqin mulai berjualan pada hari Minggu, 8 September 2024, dan bisa mendapatkan keuntungan hingga Rp 300.000 dalam sehari. Ia berharap dapat memperoleh keuntungan yang sama di hari berikutnya. “Namanya juga orang jualan, kadang dapat banyak kadang sedikit. Semoga hari ini dapat banyak seperti kemarin,” katanya.

Ketika ditanya tentang selisih harga nanas sebelum perayaan Maulid Nabi, Yaqin menambahkan bahwa dirinya terpaksa menaikkan harga. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya biaya kulakan dan transportasi buah. “Transportasi dari Blitar itu Rp 950.000. Kulakannya juga naik, jadi saya naikkan dari Rp 5.000 per biji untuk nanas jumbo menjadi Rp 8.500,” terangnya.

Di sisi lain, Subakti Utama, Analis Perdagangan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan, mengungkapkan bahwa belum ada pengecekan resmi terkait kenaikan harga buah tersebut. Namun, ia mengakui bahwa kenaikan harga buah menjelang perayaan Maulid adalah hal yang umum terjadi setiap tahunnya.

“Hal ini wajar karena meningkatnya permintaan di pasar,” pungkas Subakti. Kenaikan harga ini menjadi perhatian bagi masyarakat yang ingin merayakan Maulid dengan membeli buah-buahan segar.

library_books Pemkabpasuruan