TNI Angkatan Udara (TNI AU) baru-baru ini mengadakan sebuah workshop yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan penerbangan dari bahaya satwa liar. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Mini Theater, Muspusdirla, Yogyakarta pada hari Selasa, 10 September 2024.
Workshop ini dibuka oleh Dirlambangja Puslaiklambangjaau, Marsma TNI Ronny Irianto Moningka, S.T., M.M., M.Han. Dalam sambutannya, Kepala Puslaiklambangjaau, Marsda TNI Danet Hendriyanto, S.Sos., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama dengan Royal Australian Air Force (RAAF) di bidang keselamatan dan kelayakan udara.
Dengan adanya workshop ini, Marsda Danet berharap peserta dapat mempelajari dan mengaplikasikan metode penanganan bahaya satwa liar yang baik dari RAAF di masing-masing satuan. “Kami berusaha untuk mencapai Zero Accident di TNI AU, yang berarti tidak ada kecelakaan,” ujarnya.
Kepala Puslaiklambangjaau juga menekankan pentingnya penerapan ilmu yang didapat setelah workshop. Ia mengajak peserta untuk merangkum materi yang telah diberikan dan menyesuaikan dengan prosedur yang ada, atau bahkan menyusun prosedur operasi tetap (protap) baru jika dibutuhkan. Ini semua demi mendukung pembinaan keselamatan di lingkungan TNI AU.
Workshop ini menghadirkan instruktur dari RAAF, yaitu Flight Lieutenant Jill Brix. Ia menyampaikan materi tentang manajemen bahaya satwa liar, termasuk cara identifikasi dan deteksi, pencegahan, serta studi kasus yang relevan dari bandara militer dan sipil. Materi-materi ini sangat penting untuk dipahami agar bisa diterapkan dengan maksimal.
Dalam acara ini juga hadir beberapa pejabat penting, termasuk Danlanud Adisutjipto dan Kepala Dinas Lanud Adisutjipto. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan bekal yang bermanfaat bagi para peserta demi keselamatan penerbangan di Indonesia.
tni au workshop wildlife hazard