Menurut hasil survei terbaru, kandidat Partai Hijau, Jill Stein, memiliki dukungan yang lebih kuat dibandingkan Wakil Presiden Kamala Harris di kalangan pemilih Muslim-Amerika di tiga negara bagian kunci, yaitu Michigan, Arizona, dan Wisconsin. Survei ini dilakukan oleh Council on American Islamic Relations (Cair), yang merupakan suara terkemuka tentang hak-hak sipil Muslim di AS.
Survei dilakukan dalam dua hari pada akhir Agustus dengan melibatkan 1.076 pemilih terdaftar dari seluruh Amerika. Meskipun ada kemarahan yang meluas terhadap administrasi Biden dan Partai Demokrat terkait dukungan mereka terhadap Israel dalam konflik yang berlangsung di Gaza selama setahun, sebanyak 29,4 persen responden mengaku tetap akan memilih Partai Demokrat.
Namun, Jill Stein tidak terlalu jauh tertinggal, dengan 29,1 persen responden menyatakan dukungan untuknya. Stein dikenal dengan pernyataannya yang kontroversial mengenai situasi di Gaza, di mana ia mengatakan bahwa apa yang terjadi di Gaza "jauh lebih mengerikan dibandingkan genosida lainnya." Pernyataan ini menjadi salah satu pilar utama dalam platform partainya.
Pada pemilu tahun 2020, Jill Stein memperoleh satu persen dari total suara. Saat mencalonkan diri pada tahun 2016, banyak yang menganggapnya sebagai "kandidat penggangu" karena dianggap dapat membagi suara pemilih liberal dan mengalihkan dukungan dari Hillary Clinton.
Meski begitu, masih ada sejumlah responden yang belum menentukan pilihan mereka, dengan 16,5 persen menyatakan mereka belum tahu siapa yang akan mereka pilih pada pemilu mendatang di bulan November.
“Kami terkejut melihat bahwa umat Muslim Amerika sangat berkeinginan untuk memilih, meskipun mereka tampaknya tidak terlalu senang dengan semua pilihan yang ada,” kata Edward Ahmed Mitchell, wakil direktur nasional Cair.
Jill Stein Kamala Harris pemilih Muslim