PT Platinum Wahab Indonesia Tbk (TGUK) baru-baru ini menghabiskan dana hasil penawaran perdana saham atau initial public offering (IPO) sebesar Rp110 miliar. Angka ini setara dengan 98,6 persen dari total dana IPO yang berhasil dihimpun, yaitu Rp112 miliar.
Namun, meski mendapatkan dana yang besar, jumlah outlet yang dikelola oleh TGUK justru mengalami penurunan yang signifikan. Saat ini, TGUK hanya memiliki 78 outlet, termasuk 6 outlet yang berada di atas kapal ferry. Sebelumnya, perusahaan ini mengelola ratusan outlet.
Direktur Utama TGUK, Maulana Wahab, menyatakan bahwa penutupan outlet terjadi karena penjualan di beberapa lokasi tersebut mengalami kerugian. "Penjualan minuman Teguk tertekan karena daya beli masyarakat menengah ke bawah yang menjadi target market kami tengah lesu," ungkap Maulana dalam surat yang ditujukan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 12 Februari 2025.
Maulana juga menjelaskan bahwa keputusan untuk menutup outlet didasarkan pada beberapa kriteria. Di antaranya adalah sewa outlet yang sudah habis, penjualan yang tidak menutupi biaya operasional, dan outlet yang tidak memiliki karyawan selama beberapa bulan terakhir.
"Untuk aset dan peralatan dari gerai yang ditutup, beberapa di antaranya digunakan kembali di gerai yang masih beroperasi, disimpan di gudang, atau bahkan dijual kepada pihak ketiga," jelasnya.
Akibat penutupan outlet, TGUK juga mengalami penurunan jumlah karyawan. Saat ini, perusahaan ini hanya memiliki total 88 karyawan, di mana hanya tiga di antaranya adalah karyawan tetap. Sisa karyawan lainnya berstatus kontrak atau magang.
Dengan situasi ini, TGUK harus memikirkan langkah strategis untuk meningkatkan penjualan dan mempertahankan eksistensinya di pasar. Penutupan outlet ini menjadi tantangan besar bagi perusahaan, terutama dalam mempertahankan karyawan dan menciptakan lapangan kerja baru di tengah lesunya daya beli masyarakat.
PT Platinum Wahab Indonesia Tbk IPO outlet penjualan karyawan