Randy Fine, seorang wakil Republik dari Florida, sedang menghadapi gelombang kemarahan dan tuduhan Islamophobia setelah merayakan kematian Aysenur Ezgi Eygi, seorang aktivis Turki-Amerika berusia 26 tahun. Eygi ditembak oleh militer Israel di Tepi Barat yang diduduki.
Fine menulis di X, media sosial yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, "Throw rocks, get shot. One less #MuslimTerrorist. #FireAway," sebagai respon terhadap berita mengenai kematian Eygi pada akhir pekan lalu. Komentar ini memicu kecaman luas dari berbagai pihak.
Aysenur Ezgi Eygi adalah warga negara AS yang ditembak di kepala oleh pasukan Israel saat melakukan protes damai menentang pemukiman ilegal Israel dekat Ramallah. Menurut saksi mata, dia tidak bersenjata dan "hanya berdiri di sana melakukan tidak ada apa-apa bersama satu wanita lainnya" ketika dia ditembak.
Komentar Fine telah memicu banyak reaksi negatif dan menyoroti kekhawatiran yang berkembang tentang Islamophobia di kalangan pejabat AS. Dewan Hubungan Islam-Amerika (CAIR), organisasi hak sipil Muslim terbesar di AS, bersama dengan cabangnya di Florida, telah meminta legislatur Florida untuk menjatuhkan sanksi kepada Fine atas tweet-nya.
Edward Ahmed Mitchell, wakil direktur eksekutif CAIR, menyatakan, "Kami kesulitan memikirkan momen lain dalam sejarah Amerika modern ketika seorang pejabat terpilih secara terbuka merayakan pembunuhan seorang warga Amerika oleh pemerintah asing dan mendorong lebih banyak pembunuhan serupa."
Akun X Fine sempat dibatasi sementara waktu, tetapi sekarang sudah dibuka kembali. Namun, postingan mengenai Eygi kini memiliki batasan dan peringatan bahwa itu mungkin "melanggar aturan X mengenai ucapan kekerasan", sehingga pengguna tidak bisa membagikannya lebih lanjut.
Walaupun demikian, Fine terus mengeluarkan pernyataan provokatif, khususnya terhadap orang Palestina dan Muslim. Dalam akun X-nya, banyak terdapat postingan dengan tagar seperti “#MuslimProblem”, “#BombsAway”, dan “#MuslimTerrorists”.
Randy Fine Islamophobia Aysenur Eygi aktivis Muslim