Senator Amerika Serikat, Chris Murphy, mengungkapkan bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memiliki kepentingan politik yang kuat untuk menghindari perjanjian gencatan senjata dengan kelompok Hamas. Hal ini dikatakan Murphy pada hari Senin saat berdiskusi tentang masa depan kebijakan luar negeri Demokrat di Atlantic Council.
“Sangat sulit mengingat kenyataan bahwa baik pemerintah Israel yang dipimpin Netanyahu maupun Hamas mendapatkan keuntungan politik dengan tidak menandatangani gencatan senjata,” ucap Murphy, yang merupakan anggota Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS. Ia juga menambahkan bahwa kekuasaan Netanyahu mungkin tergantung pada keputusannya untuk tidak menandatangani kesepakatan tersebut.
Murphy menyatakan keprihatinannya karena seiring berlanjutnya perang, Hamas tampaknya semakin mendapatkan dukungan secara global. Ini tentu menyulitkan untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata.
Beberapa minggu terakhir, negosiasi untuk gencatan senjata sangat tergantung pada tuntutan Netanyahu agar Israel tetap mengendalikan Koridor Philadelphi dan Koridor Netzarim. Netanyahu berulang kali menegaskan bahwa Israel akan mempertahankan kontrol atas area tersebut dan akan tetap memiliki kehadiran militer di perbatasan Rafah, yang merupakan jalur penting untuk bantuan dan barang komersial. Namun, perbatasan ini telah ditutup sejak awal Mai.
Murphy, yang juga menjabat sebagai senator teratas untuk kebijakan luar negeri AS di Timur Tengah, tidak tampak optimis tentang prospek kesepakatan antara Hamas dan apa yang ia sebut sebagai "sekutu suci" AS, Israel. Ia menyatakan kepada Washington Post pada 8 September bahwa "kebanyakan hari, jelas bahwa orang Amerika bekerja jauh lebih keras untuk gencatan senjata dibandingkan dengan pemerintah Israel.”
Melihat ke depan menjelang pemilihan umum pada bulan November, Murphy menyatakan bahwa baik Israel maupun Hamas mungkin tidak memandang kepentingan politik mereka akan diuntungkan dengan tercapainya kesepakatan sebelum hari pemilihan.
Murphy berharap keputusan Netanyahu akan berpihak pada keamanan Israel dan kawasan, namun ia berpandangan bahwa kita tidak perlu menjadi "sangat sinis" untuk percaya bahwa keputusan tersebut juga dipengaruhi oleh dinamika politik AS.
Senator Chris Murphy Netanyahu Hamas konflk Israel