Beijing, China - Untuk pertama kalinya, pemerintah China mengizinkan perusahaan asuransi untuk berinvestasi di emas. Langkah ini diharapkan dapat membebaskan miliaran dolar dalam investasi logam mulia. Program ini dimulai pada hari Jumat lalu dan melibatkan sepuluh perusahaan asuransi besar, termasuk PICC Property & Casualty Co dan China Life Insurance Co.
Menurut laporan dari Bloomberg yang diterbitkan pada Senin (10/2/2025), perusahaan-perusahaan asuransi tersebut diizinkan untuk menginvestasikan hingga 1 persen dari total aset mereka dalam bentuk emas batangan. Minsheng Securities Co memperkirakan bahwa langkah ini dapat menghasilkan potensi dana sebesar 200 miliar yuan, yang setara dengan Rp447 triliun.
Pergeseran kebijakan ini menunjukkan bahwa pemerintah China menyadari adanya kelangkaan pilihan investasi dan perlunya alternatif di tengah penurunan pasar properti dan kemerosotan ekonomi yang sedang berlangsung. Harga emas sendiri telah melonjak sekitar 40 persen sejak akhir tahun 2023. Namun, kenaikan harga ini juga membuat emas menjadi terlalu mahal bagi banyak investor di China.
Menurut analis dari Guotai Junan Securities, Liu Xinqi, "Perusahaan-perusahaan asuransi kekurangan pilihan untuk aset-aset jangka menengah dan panjang dengan imbal hasil yang stabil." Selain itu, langkah ini juga menjadikan emas sebagai komoditas pertama yang secara resmi diizinkan untuk diinvestasikan oleh perusahaan-perusahaan asuransi di China.
Dengan langkah ini, diharapkan perusahaan asuransi dapat menemukan lebih banyak pilihan investasi yang menguntungkan, sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian negara. Ini adalah langkah penting dalam diversifikasi portofolio investasi perusahaan-perusahaan asuransi di China.
China asuransi investasi emas ekonomi