Hyundai Motor Company telah mengumumkan penghentian sementara produksi model Ioniq 5 dan Kona Electric di pabrik Ulsan 1, Korea Selatan. Produksi akan dihentikan dari tanggal 24 hingga 28 Februari 2025. Langkah ini diambil untuk menyesuaikan volume produksi dengan kondisi pasar yang sedang lesu.
Menurut laporan dari Electrive, penurunan angka penjualan mobil listrik di Korea Selatan menjadi alasan utama di balik keputusan ini. Selama tahun 2024, hanya sekitar 16.600 unit mobil listrik yang terjual di pasar domestik. Penjualan Ioniq 5 pada bulan Januari 2025 bahkan tercatat sangat rendah, hanya mencapai 75 unit.
Hyundai menjelaskan bahwa saat ini, pasar domestik untuk mobil listrik sedang mengalami penurunan yang signifikan. Permintaan terhadap mobil listrik dari Hyundai juga menurun akibat perubahan kebijakan global, termasuk ketidakpastian di bawah pemerintahan kedua Donald Trump di Amerika Serikat.
Untuk meningkatkan penjualan, Hyundai berencana untuk memberikan diskon menarik bagi konsumen. Diskon yang ditawarkan berkisar antara Rp11 juta hingga Rp22 juta, guna mendorong konsumen agar lebih berminat membeli mobil listrik tersebut.
Selain itu, penghentian sementara produksi ini juga akan berdampak pada ekspor Hyundai ke pasar global. Namun, pasar Indonesia tidak akan terpengaruh, karena Ioniq 5 dan Kona Electric sudah diproduksi secara lokal di negara ini.
Dengan langkah ini, Hyundai berharap dapat memperbaiki situasi penjualan mobil listrik mereka dan menyesuaikan diri dengan permintaan pasar yang terus berubah.
Hyundai Ioniq 5 Kona Electric produksi penjualan