Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Badung bekerja sama dengan Forum Penanggulangan Risiko Bencana (FPRB) Tanjung Benoa menggelar latihan simulasi siaga bencana gempa bumi dan tsunami. Kegiatan ini diadakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan meminimalkan dampak dari bencana alam yang bisa terjadi secara tiba-tiba.
Simulasi tersebut dilaksanakan pada Selasa pagi, 10 September 2023, di tiga lokasi sekaligus yaitu di SD 1 Tanjung Benoa, SD 2 Tanjung Benoa, dan SMP Negeri 3 Kuta Selatan. Dengan melakukan latihan seperti ini, diharapkan warga dapat lebih siap dan tahu langkah yang harus diambil saat terjadi gempa bumi atau tsunami.
Acara dihadiri oleh berbagai pejabat penting, termasuk Kalaksa BPBD Badung yang diwakili oleh Ir. I Wayan Netra, M.M., serta Sekretaris Lurah Tanjung Benoa, I Nyoman Aditya Bharatha Nada, S.STP. Selain itu, Dr. I Wayan Deddy Sumantra, S.Sn., M.Si, sebagai ketua FPRB Tanjung Benoa juga hadir bersama dengan pihak terkait lainnya.
Dengan adanya latihan ini, BPBD dan FPRB berharap masyarakat Tanjung Benoa bisa lebih siap menghadapi situasi darurat. Simulasi ini penting karena bencana seperti gempa bumi dan tsunami dapat terjadi kapan saja. Mengingat Indonesia terletak di Cincin Api Pasifik, daerah ini rentan terhadap kejadian alam tersebut.
Melalui kegiatan ini, BPBD dan FPRB berkomitmen untuk terus meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai tindakan yang harus diambil saat terjadi bencana. Kesiapsiagaan adalah kunci untuk mengurangi risiko dan meminimalkan kerugian yang mungkin ditimbulkan oleh bencana alam.
BPBD FPRB gempa bumi tsunami simulasi bencana