Aplikasi perpesanan Telegram mengalami lonjakan unduhan setelah penangkapan pendirinya, Pavel Durov, pada hari Sabtu. Dalam beberapa hari belakangan, aplikasi ini mencapai peringkat teratas di banyak negara, termasuk menjadi aplikasi jejaring sosial yang paling banyak diunduh di Prancis, di mana Durov ditahan.
Pavel Durov ditangkap dengan tuduhan membiarkan aktivitas ilegal terjadi di platformnya. Kegiatan tersebut termasuk perdagangan narkoba dan konten yang melibatkan anak di bawah umur. Pihak berwenang menuduh Durov tidak cukup ketat dalam mengawasi konten yang dibagikan oleh para pengguna di Telegram.
Namun, banyak pengamat dan kritikus berpendapat bahwa penangkapan ini memiliki motif politik. Mereka menyebut bahwa Durov ditangkap karena menolak untuk menyensor pengguna atau memberikan akses belakang kepada pihak berwenang ke platformnya. Tokoh-tokoh terkenal seperti Elon Musk dan Tucker Carlson, serta investor Silicon Valley David Sacks, bersuara menentang penangkapan Durov, mengatakan bahwa ini merupakan serangan terhadap kebebasan berbicara.
Demi menjaga kebebasan berpendapat, pengguna Telegram kini lebih aktif menggunakan platform ini. Mereka berusaha mendukung Durov, sementara di sisi lain, perhatian terhadap pentingnya kebebasan komunikasi di dunia digital semakin mendalam.
Telegram Pavel Durov penangkapan kebebasan berbicara