Tim peneliti baru saja mengungkapkan bahwa belut muda Jepang memiliki cara unik untuk meloloskan diri dari predator, khususnya dari ikan pemangsa. Yuuki Kawabata, salah satu anggota tim peneliti, menyatakan bahwa "penelitian ini adalah yang pertama mengamati pola perilaku dan proses pelarian hewan mangsa di dalam sistem pencernaan predator." Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah terkemuka, "Current Biology".
Sebelumnya, tim peneliti telah melakukan studi lain yang menunjukkan bahwa belut Jepang muda (Anguilla japonica) dapat melarikan diri dari insang ikan pemangsa bernama Odontobutis obscura. Namun, pada studi tersebut, mereka belum bisa menemukan jalur pelarian yang tepat karena tidak dapat mengamati di dalam perut ikan tersebut.
Dalam penelitian terbaru ini, para ilmuwan melakukan injeksi kontras ke dalam tubuh belut muda, sehingga belut tersebut bisa terlihat jelas dalam rekaman. "Di awal percobaan, kami menduga bahwa belut seharusnya melarikan diri langsung dari mulut predator ke insang. Namun, kami sangat terkejut ketika melihat pelarian putus asa belut yang justru keluar dari perut predator menuju insang," tambah Kawabata.
Belut Jepang banyak ditemukan di Jepang dan China, tetapi jumlah mereka semakin menurun. Saat ini, mereka terdaftar sebagai spesies yang terancam punah. Seperti halnya belut Eropa, belut Jepang muda berenang dari laut ke sungai, lalu naik ke bagian hulu sungai dan beberapa danau pegunungan. Setelah beberapa tahun hidup di air tawar, mereka akan bermigrasi kembali ke laut untuk berkembang biak.
belut Jepang predator penelitian