Pada hari Jumat, 6 September, sebuah survei yang dilakukan oleh ADAC-Stiftung mengungkapkan bahwa setiap satu dari empat anak sekolah dasar di Jerman diantar oleh orang tua mereka setidaknya tiga kali dalam seminggu. Hal ini terjadi meskipun banyak orang tua merasa bahwa perjalanan menuju sekolah cukup aman.
Namun, keberadaan "Elterntaxis" atau kendaraan orang tua ini menghadapi kritik. Sekitar 56 persen responden setuju bahwa peningkatan jumlah kendaraan di sekitar sekolah menciptakan situasi berbahaya. Selain itu, 62 persen menganggap bahwa terlalu banyak mobil berkumpul di dekat sekolah pada waktu masuk dan pulang sekolah.
Banyak orang tua juga menginginkan adanya zona penjemputan yang terpisah dari lalu lintas umum. Hal ini tercermin dari 55 persen orang tua yang mendukung ide tersebut. Mereka khawatir akan keselamatan anak-anak mereka di jalan, terutama dari pengemudi yang ugal-ugalan atau kelalaian pengemudi lain. Sekitar 20 persen orang tua merasa khawatir anak mereka tidak bisa menilai situasi lalu lintas dengan baik.
Selain itu, penggunaan smartphone di jalan menuju sekolah dianggap sebagai risiko tambahan. Menurut survei, 62 persen anak-anak membawa smartphone saat berangkat ke sekolah, dan 26 persen orang tua mengakui bahwa penggunaan ponsel tersebut pernah menyebabkan situasi berbahaya. Di antara anak-anak sekolah dasar, 43 persen orang tua melaporkan adanya situasi berbahaya akibat pengalihan perhatian yang diakibatkan oleh smartphone.
Elterntaxis keamanan jalan anak-anak orang tua