Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Perkembangan Terkini Konflik Israel-Palestina per 9 September

Pada hari Senin, 9 September, jumlah korban jiwa Palestina akibat serangan militer Israel meningkat menjadi sedikitnya 33 orang, dengan beberapa serangan terjadi di Kota Gaza. Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan jumlah resmi korban jiwa mencapai 40.988 orang, namun sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal medis Lancet memperkirakan jumlahnya bisa mencapai sekitar 186.000—sebuah estimasi yang relatif konservatif.

Di Gaza, pasukan Israel juga menahan konvoi kendaraan PBB selama lebih dari delapan jam. Selama penahanan tersebut, buldoser Israel merusak beberapa kendaraan milik PBB.

Pada hari yang sama, juru bicara keamanan nasional Gedung Putih, John Kirby, menyatakan bahwa Presiden AS, Joe Biden, belum berbicara dengan keluarga Aysenur Ezgi Eygi, seorang aktivis Turki-Amerika yang tewas minggu lalu akibat tembakan pasukan Israel di Tepi Barat.

Upacara pemakaman untuk Eygi yang berusia 26 tahun diselenggarakan di Nablus, di mana aparat keamanan Palestina turut serta dalam prosesi tersebut. Ini menunjukkan bagaimana tragedi tersebut mempengaruhi komunitas lokal.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, meminta kepada Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk mengadakan pertemuan darurat guna membahas perang Israel di Gaza. Seruan ini menunjukkan keprihatinan internasional terhadap situasi di wilayah tersebut.

Sebuah laporan dari Axios menemukan bahwa diplomat Israel diberi instruksi untuk mendesak anggota Kongres AS agar menekan Afrika Selatan untuk menarik kasusnya terhadap Israel di Mahkamah Internasional. Ini mencerminkan upaya diplomatik yang intens dalam konteks konflik yang berlangsung.

Pihak militer Israel juga melaporkan bahwa dua tentara mereka terluka akibat serangan drone di dekat perbatasan Lebanon. Situasi keamanan di wilayah itu semakin tegang sebagai akibat dari serangan menyusul.

Selain itu, laporan baru dari Defence for Children International-Palestine mengungkapkan bahwa lebih dari 140 anak Palestina telah tewas akibat kekerasan yang dilakukan oleh pasukan Israel dan pemukim di Tepi Barat yang diduduki sejak 7 Oktober. Ini adalah angka yang sangat menyedihkan, menunjukkan dampak tragis dari konflik terhadap generasi muda.

library_books Middleeasteye