Michael Fakhri, Juru Bicara Khusus PBB untuk Hak Atas Pangan, melaporkan bahwa penyebaran penyakit serta “kampanye kelaparan” yang dilakukan oleh Israel di Gaza saat ini “mengakibatkan lebih banyak kematian dibandingkan bom dan peluru”.
Dalam pernyataannya, ia menambahkan bahwa kerusakan yang disebabkan oleh kelaparan ini “akan dirasakan oleh rakyat Palestina selama beberapa generasi ke depan”. Komentar ini disampaikan Fakhri terkait laporan terbaru yang ia ajukan kepada Sidang Umum PBB minggu lalu. Laporan tersebut menjelaskan bagaimana Israel menggunakan kelaparan sebagai senjata di Gaza “dengan maksud untuk menghancurkan sebagian atau seluruh rakyat Palestina”.
Fakhri menjelaskan melalui unggahan di platform X bahwa strategi ini sudah ada jauh sebelum 7 Oktober. Ia mencatat bahwa Israel mulai membatasi aliran barang ke Gaza sejak tahun 1991 dan memberlakukan pengepungan penuh pada tahun 2000. “Kampanye ini tidak hanya terbatas di Gaza,” ujarnya.
Di Gaza, Fakhri menekankan bahwa satu-satunya cara untuk mengatasi krisis ini adalah dengan negara-negara lain memberlakukan sanksi ekonomi, politik, dan budaya terhadap Israel. Selain itu, PBB telah lama memperingatkan tentang risiko kelaparan di Gaza, meskipun belum ada deklarasi resmi mengenai hal tersebut.
kelaparan Gaza PBB Israel Palestina