Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Amerika dan Konsekuensi Dukungan Terhadap Israel

Anggaran pertahanan Amerika Serikat lebih besar dari gabungan 10 negara lainnya. Hal ini menjadikan Amerika sebagai kekuatan dominan di dunia. Namun, kondisi ini tidak serta merta menjadikan Amerika sebagai "empire" baik yang dikenal di masa lalu.

Serangkaian perang setelah serangan 11 September 2001 telah membawa dampak besar bagi citra Amerika. Saat ini, negara tersebut terlibat dalam konflik terus-menerus, memproduksi dan membiayai senjata yang memicu kejahatan terhadap kemanusiaan. Penurunan moral dan dukungan terhadap tindakan yang merugikan banyak orang semakin menjadikan Amerika sulit untuk dipandang sebagai pahlawan global.

Di dalam permasalahan ini, terdapat aspek religius. Palestina dihormati sebagai tanah suci oleh umat Muslim, Yahudi, dan Kristen. Selain itu, terdapat dimensi sejarah yang tidak dapat diabaikan. Selama lebih dari tujuh dekade, wilayah Palestina mengalami pendudukan Israel, dengan pembangunan permukiman ilegal di Tepi Barat dan pelanggaran hak asasi manusia oleh Israel yang terus bertambah.

Bahkan lebih mencolok lagi, kejahatan yang terjadi saat ini dapat dilihat secara langsung. Menurut Blinne Ni Ghralaigh, seorang penasihat di Tim Afrika Selatan di Mahkamah Internasional, ini adalah "genosida yang disiarkan langsung." Dukungan Amerika terhadap kejahatan perang dan pelanggaran hak asasi manusia Israel memungkinkan pendudukan ini berlanjut.

Salah satu insiden yang menyedihkan adalah tragedi yang menimpa Rachel Corrie, seorang aktivis Amerika berusia 23 tahun, yang tewas tertimpa buldoser Israel di Gaza pada tahun 2003. Buldoser tersebut merupakan produk Amerika yang dijual kepada Israel melalui program Departemen Pertahanan.

Baru minggu ini, seorang perempuan Amerika-Turki bernama Aysenur Ezgi Eygi berusia 26 tahun tewas ditembak oleh pasukan Israel saat berpartisipasi dalam protes melawan pemukiman ilegal di selatan Nablus. Respons resmi dari pihak Israel adalah mereka "akan menyelidiki insiden tersebut," yang merupakan pernyataan yang sering terdengar selama bertahun-tahun tanpa tindakan nyata.

Dugaan bahwa genosida di Gaza adalah bagian dari kebijakan Amerika menimbulkan pertanyaan besar. Penting bagi masyarakat Amerika untuk menyadari tentang peranan pemerintah mereka dalam tindakan yang sering dianggap sebagai kejahatan perang oleh negara lain dalam sejarah.

library_books Middleeasteye