Di Amerika Serikat, perbedaan politik antara kelompok konservatif dan liberal kini tidak hanya terjadi di ranah politik, tetapi juga menjalar ke kehidupan sehari-hari. Hal ini terlihat jelas di supermarket, di mana pilihan produk yang kita beli dapat dipengaruhi oleh afiliasi politik kita.
Menurut sebuah analisis dari Wall Street Journal yang memanfaatkan data dari perusahaan riset konsumen MRI-Simmons, banyak merek populer ternyata memiliki basis pelanggan yang cenderung pro-Republican atau pro-Demokrat. Artinya, preferensi kita terhadap produk tertentu mungkin mencerminkan pandangan politik yang kita anut.
MRI-Simmons melakukan survei dengan melibatkan 50.000 orang di seluruh negeri. Mereka memberikan indeks kepada setiap merek berdasarkan seberapa besar kemungkinan konsumen mengidentifikasi diri sebagai pendukung partai Republik atau Demokrat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa merek dapat dikelompokkan sesuai dengan afiliasi politik pelanggan mereka.
Beberapa perusahaan bahkan sengaja menggunakan strategi pemasaran yang sangat berkaitan dengan ide-ide konservatif atau liberal. Misalnya, jika sebuah merek lebih sering ditemukan di kota-kota besar yang condong ke Demokrat, atau di kota kecil yang mayoritas penduduknya mendukung Republik, hal ini akan berdampak pada preferensi produk.
Fenomena ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh pandangan politik terhadap perilaku konsumen. Pilihan yang kita buat, mulai dari merek minuman hingga kendaraan yang kita kendarai, kini bisa menggambarkan pandangan politik kita secara tidak langsung. Jika Anda penasaran, coba tebak merek mana yang lebih disukai oleh pendukung Republik dan Demokrat!
perbedaan politik produk konsumen Amerika