Kemarin, pada hari Jumat, 6 September 2024, Komando Operasi Udara (Koopsud) III melaksanakan latihan yang sangat penting bernama Egress Procedure di Tanjung Benoa, Bali. Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan operasional semua personel, terutama para penerbang.
Latihan Egress wajib diikuti oleh setiap awak pesawat, baik mereka yang bertugas di darat (ground crew) maupun di udara (air crew). Kegiatan ini adalah bagian penting dari persiapan menghadapi operasi penerbangan yang tidak bebas dari risiko.
Kolonel Pnb A. Donie Prihandono, S.E., M.Han., yang menjabat sebagai Asisten Operasi (Asops) Kaskoopsud III, menjelaskan bahwa tujuan dari latihan ini adalah untuk meminimalisir risiko kecelakaan. Dalam situasi tertentu, seperti ketika pesawat harus mendarat di laut, awak pesawat diharapkan mampu melakukan prosedur penyelamatan secara cepat dan efektif agar mereka tidak tenggelam.
Latihan dimulai dengan demonstrasi flypast menggunakan pesawat CN-235, yang mensimulasikan kerusakan mesin dan mengharuskan awak pesawat melakukan pendaratan darurat di air. Selama latihan tersebut, para awak pesawat berlatih melakukan pendaratan menggunakan parasut, serta cara yang tepat untuk melepas body harness sebelum melaksanakan pendaratan di air.
Latihan Egress Procedure ini sangat penting untuk menciptakan keselamatan dalam penerbangan. Dengan persiapan yang baik, diharapkan kecelakaan dapat diminimalisir, sehingga para penerbang dan awak pesawat dapat menghadapi setiap situasi dengan lebih siap.
TNI Angkatan Udara mengusung motto "Jauh di Langit Dekat di Hati," yang mencerminkan komitmen mereka untuk selalu berupaya menjaga keselamatan dalam setiap operasi penerbangan.
latihan egress Koopsud III Bali