Rusia telah melancarkan gelombang serangan rudal dan drone yang melanda banyak wilayah di Ukraina untuk hari kedua berturut-turut. Dalam serangan terbaru ini, sedikitnya empat orang dilaporkan tewas semalaman.
Serangan terbaru ini mengikuti salah satu serangan udara terbesar yang pernah dilakukan Rusia dalam perang ini, yang terjadi pada Senin lalu. Tercatat tujuh orang tewas dan puluhan lainnya terluka akibat lebih dari 200 misil dan drone yang diluncurkan, menyerang 15 dari 24 wilayah Ukraina. Serangan ini secara khusus menyasar sektor energi negara itu, menyebabkan pemadaman listrik yang luas.
Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim bahwa serangan pada hari Senin mengenai "semua target yang ditentukan" di infrastruktur energi Ukraina yang kritis. Kremlin membantah bahwa mereka menargetkan warga sipil dalam konflik ini, meskipun banyak laporan menunjukkan sebaliknya.
Pemerintah Amerika Serikat dan Inggris mengutuk serangan ini dengan tegas, menyatakan bahwa tindakan tersebut dapat memperburuk situasi di Ukraina.
Serangan terbaru ini terjadi tiga minggu setelah Ukraina melakukan invasi ke wilayah Kursk di Rusia, yang membuat Moskow bersumpah untuk membalas serangan tersebut. Situasi ini menciptakan ketegangan yang semakin meningkat antara kedua negara.
Gambar yang diambil oleh Layanan Darurat Negara Ukraina menunjukkan dampak dari serangan di wilayah Odesa.
Serangan Rusia Ukraina misil drone energi