Di tengah aksi demonstrasi #KawalPutusanMK yang berlangsung di berbagai daerah, Pusat Dokumentasi Kekerasan Nasional (PDKN) mengajak masyarakat untuk memberikan kontribusi dalam mengumpulkan bukti-bukti kekerasan aparat. Aksi ini diadakan untuk menuntut pertanggungjawaban dari pihak-pihak berwenang atas tindakan yang dianggap brutal.
Dalam pengumuman tersebut, PDKN mengundang siapa saja yang memiliki foto, video, atau dokumentasi lainnya terkait kekerasan aparat selama aksi demonstrasi untuk mengunggahnya. “Pengumpulan data ini bertujuan untuk membongkar brutalitas aparat dan menuntut pertanggungjawaban negara,” demikian bunyi pernyataan dari PDKN.
Masyarakat dapat mengunggah dokumentasi mereka melalui tautan atau kode QR yang tercantum pada poster yang disebarkan. Pengumpulan ini didukung oleh berbagai organisasi, antara lain KontraS, YLBHI, WALHI Nasional, dan banyak lembaga lainnya.
Mulai dari pengamatan masyarakat hingga catatan resmi, semua bentuk dokumentasi akan sangat berarti dalam upaya melawan kekerasan dan menegakkan keadilan. PDKN memberikan waktu bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengumpulan bukti ini.
Dengan adanya pengumpulan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih berani untuk bersuara dan melaporkan segala bentuk tindakan kekerasan yang terjadi dalam aksi damai. Ini adalah langkah penting dalam mempromosikan hak asasi manusia dan menjaga keadilan di Indonesia.
Dengan tagar #DaruratKekerasanAparat dan #PeringatanDarurat, kampanye ini mengajak kita untuk lebih waspada dan peduli terhadap apa yang terjadi di sekitar kita.
kekerasan aparat Kawal Putusan MK dokumentasi