Takaya Awata, seorang pengusaha asal Jepang, memulai mimpinya dengan membuka sebuah restoran kecil bernama Toridoll Sanban-kan di Kakogawa, sebuah kota pesisir di Laut Pedalaman Seto, ketika ia berusia 23 tahun. Nama restoran tersebut merupakan janji pada dirinya sendiri bahwa ia ingin memiliki tiga restoran. Suatu hari, dia yakin bahwa restoran pertama dan kedua hanya tinggal menunggu waktu.
Empat puluh tahun kemudian, Awata telah berhasil menjelma menjadi seorang miliarder. Perusahaannya, Toridoll Holdings, kini memiliki hampir 2.000 restoran cepat saji di 28 negara dan kawasan, dengan 21 merek berbeda. Merek andalan perusahaan ini adalah Marugame Seimen, yang menjadi rantai mi udon terbesar di Jepang berdasarkan pendapatan dan jumlah toko. Udon adalah sejenis mie yang tebal, terkenal dengan rasa yang kenyal dan bisa disajikan dengan berbagai cara.
Keberhasilan Awata di dunia kuliner membuatnya semakin yakin untuk menembus pasar global. Dia menginginkan Toridoll untuk bersaing di tingkat internasional. “Saya ingin Toridoll bersaing di kancah global,” ungkap Awata, yang saat ini menjabat sebagai presiden dan CEO perusahaan, di markas besar perusahaan yang terletak di distrik Shibuya, Tokyo.
Saat ini, Toridoll bersaing dengan jaringan restoran cepat saji besar seperti McDonald's dan KFC, yang memiliki ribuan cabang di seluruh dunia. Ambisi Awata untuk mengembangkan Toridoll menjadi merek yang dikenal secara global menunjukkan betapa beraninya seorang pengusaha yang memulai dari nol.
Takaya Awata Toridoll restoran cepat saji Marugame Seimen