Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Indonesia Alami Deflasi Selama Empat Bulan Berturut-turut hingga Agustus 2024

Pemerintah Indonesia mengumumkan bahwa Indonesia telah mengalami deflasi secara berturut-turut selama empat bulan, yaitu dari Mei hingga Agustus 2024. Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Inflasi Daerah yang diadakan oleh Kementerian Dalam Negeri secara daring.

Rakor tersebut dipimpin oleh Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Restuardy Daud, dan dihadiri oleh Penjabat Bupati Magetan, Nizhamul S.E., M.M., serta sejumlah pejabat terkait lainnya. Rapat berlangsung di Ruang Jamuan Pendopo Surya Graha pada Senin, 9 September 2024.

Dalam rapat tersebut, Restuardy menjelaskan bahwa berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi nasional pada bulan Agustus 2024 tercatat sebesar 2,12 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (year-on-year/y-o-y). "Angka itu masih dalam koridor target kita, yaitu 2,5 plus minus 1 persen," ujar Restuardy. Ia juga menekankan bahwa inflasi tahunan pada Agustus 2024 lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya dan bulan yang sama di tahun lalu.

Deputi Bidang Statistik Distribusi BPS RI, M Habibullah, melaporkan dalam paparan yang sama bahwa deflasi terpantau selama empat bulan berturut-turut. Deflasi pada bulan Mei sebesar 0,03%, Juni 0,08%, Juli 0,18%, dan pada Agustus kembali sebesar 0,03%. Menurutnya, yang paling berkontribusi terhadap deflasi adalah komponen harga yang bergejolak.

Sementara itu, Sarwo Edhy, Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional, menambahkan bahwa tingkat inflasi nasional pada Agustus 2024 mengalami penurunan menjadi 2,12 persen (yoy), dari sebelumnya pada bulan Juli yang mencapai 2,13 persen. "Salah satu komoditas yang memberikan andil besar terhadap inflasi adalah beras, dengan kontribusi sebesar 0,43 persen (yoy)," ujarnya. Komoditas lain yang menyumbang kenaikan inflasi di bulan Agustus termasuk emas perhiasan, rokok kretek mesin, cabai rawit, dan kopi bubuk.

Dengan adanya deflasi ini, diharapkan masyarakat dapat merasakan stabilitas harga barang dan kebutuhan sehari-hari, sehingga perekonomian Indonesia dapat berjalan dengan baik.

library_books Diskominfomagetan