MADIUN - Kota Madiun kehilangan sosok relawan kemanusiaan yang aktif, Pipik Harwiyanti, anggota Tagana Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak. Pipik yang tinggal di Jalan Sendang Timur, meninggal dunia, dan berita duka ini mendapatkan perhatian dari banyak pihak, termasuk Wali Kota Madiun, Eddy Supriyanto.
Pada Senin, 9 September, Eddy Supriyanto bersama jajaran Pemkot Madiun dan direksi BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Madiun mengunjungi rumah duka. Kunjungan ini bukan hanya untuk menyampaikan ucapan duka cita, tetapi juga untuk memberikan asuransi dari Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) kepada ahli waris Pipik.
"Kami, atas nama pribadi dan Pemkot Madiun turut berbela sungkawa yang mendalam, karena salah satu anggota kita kemarin telah meninggal dunia. Dan, kebetulan beliau terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan, maka mendapatkan santunan senilai Rp 42 juta," ungkap Wali Kota.
Menurut Eddy, ahli waris tidak hanya akan menerima santunan dari Pemkot Madiun namun juga program serupa dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan jumlah yang sama. Selain itu, Wali Kota juga memberikan santunan secara pribadi kepada keluarga yang ditinggalkan.
"Beliau orang hebat karena pahlawan sosial dan selalu ada di masyarakat. Mudah-mudahan almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan saya yakin jasa-jasanya diterima oleh Allah SWT," lanjut Eddy dalam pernyataannya yang penuh haru.
Pipik Harwiyanti dikenal sebagai seorang relawan yang aktif berkontribusi dalam masyarakat. Tagana sendiri merupakan singkatan dari Taruna Siaga Bencana, sebuah organisasi yang bergerak dalam bidang penanganan bencana dan memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kehilangan Pipik tentu menjadi duka yang mendalam bagi organisasi ini dan masyarakat Madiun.
Relawan Tagana Wali Kota Madiun belasungkawa