Cadangan devisa China mencapai angka yang sangat besar, yaitu USD 3,29 triliun, yang setara dengan lebih dari Rp 50 ribu triliun, pada akhir Agustus 2024. Ini merupakan kenaikan sebesar 0,98 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sebuah tanda positif dalam stabilitas ekonomi negara tersebut.
Menurut laporan dari Xinhua, angka cadangan devisa ini adalah yang tertinggi sejak Desember 2015. Cadangan devisa adalah simpanan uang asing yang dimiliki oleh suatu negara. Uang tersebut dapat digunakan untuk transaksi internasional dan menjaga stabilitas ekonomi.
Data yang dirilis oleh Lembaga Valuta Asing Negara menunjukkan bahwa cadangan devisa China telah tetap di atas USD 3,2 triliun selama sembilan bulan berturut-turut. Hal ini menunjukkan konsistensi dan kekuatan ekonomi China di tingkat global.
Otoritas China dalam pernyataannya menjelaskan, penurunan indeks dolar Amerika Serikat (AS) beserta kenaikan harga aset keuangan global menjadi faktor penting dalam perkembangan ini. Faktor-faktor tersebut meliputi data ekonomi makro dan ekspektasi mengenai kebijakan moneter di negara-negara utama di dunia.
Dengan peningkatan cadangan devisa ini, China menunjukkan bahwa mereka terus melakukan langkah-langkah untuk menjaga kestabilan ekonomi, yang sangat penting dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi global yang ada saat ini.