Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Dampak Kekeringan di Kota Reog: Distribusi Air Bersih dan Bantuan

Dampak dari kekeringan yang disebabkan oleh kemarau panjang mulai dirasakan di beberapa wilayah di Kota Reog, Ponorogo. Sebagai respons, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) segera mendistribusikan air bersih ke daerah yang terdampak.

Pada hari Kamis, 5 September 2024, truk pengangkut air bersih diberangkatkan oleh Bupati Sugiri Sancoko dari rumah dinasnya. Pelepasan ini menandai langkah konkret untuk membantu warga yang kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan.

Ketua PMI Ponorogo, Luhur Karsanto, menjelaskan bahwa pada kloter bantuan kali ini, sebanyak 53 ribu liter air bersih didistribusikan. Bantuan ini ditujukan untuk 599 Kepala Keluarga yang tersebar di tiga kecamatan. Wilayah yang menerima bantuan antara lain Kecamatan Pulung, yang terdiri dari Desa Karangpatihan dan Sidoharjo; Kecamatan Bungkal, dengan Desa Munggu dan Belang; serta Kecamatan Slahung, yaitu Desa Duri dan Wates.

Tidak hanya air bersih, pendistribusian juga meliputi bantuan hygiene kit. Bantuan ini berisi peralatan kebersihan seperti handuk, ember, jerigen, dan alat kebersihan lainnya. Upaya ini merupakan bagian dari koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk membantu masyarakat dalam menghadapi situasi sulit akibat kekeringan.

Bupati Sugiri mengucapkan terima kasih kepada PMI atas kepedulian dan kontribusinya dalam penanganan masalah kekeringan ini. Ia menyampaikan bahwa ke depan, kolaborasi antar pihak sangat penting untuk menemukan solusi jangka panjang terkait permasalahan kekeringan di Kabupaten Ponorogo.

“Memang di beberapa titik itu hampir menjadi langganan kekeringan. Maka tahun depan tidak boleh ada langganan kekeringan. BPBD segera rumuskan, misalnya dengan membangun sistem pengairan dari bawah agar distribusinya merata,” ujarnya.

Tambahnya, “Membangun butuh berpikir, butuh konsisten, kebersamaan dan juga kesadaran serentak. Terima kasih PMI dan BPBD. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini semata-mata untuk nilai kemanusiaan,” tutur Bupati Sugiri yang menekankan pentingnya tindakan bersama dalam menanggulangi masalah ini.

library_books Prokopim Ponorogo