Masyarakat Desa Tanjungrejo, Kecamatan Badegan, kembali menggelar Festival Tengah Sawah dengan meriah pada Rabu, 4 September 2024. Festival ini merupakan bentuk rasa syukur atas panen melimpah dan sudah berlangsung selama lima tahun berturut-turut.
Festival kali ini dihadiri oleh warga dari berbagai usia, menunjukkan antusiasme yang tinggi. Acara dimulai dengan kirab budaya, di mana warga membawa tumpeng besar berisi hasil bumi dan tumpeng kecil yang disebut encek, mengelilingi desa. Setelah kirab, semua tumpeng ini dikumpulkan di tengah sawah di Dukuh Genggong, di mana masyarakat bersama-sama menggelar doa.
Suasana semakin meriah ketika Bupati Ponorogo, Kang Sugiri Sancoko, hadir dan ikut kenduri bersama masyarakat. Dalam sambutannya, Budi Cahyono selaku Ketua Panitia mengangkat tema "Petani Gumregah Ponorogo Bungah". Ia berharap festival ini tidak hanya menjadi momen perayaan, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Ini sebuah visi masyarakat desa dengan manunggaling karso bangun desa kanti raharjo. Melalui petani yang bergerak, perekonomian akan berdampak menuju Tanjungrejo yang bermartabat, Ponorogo Hebat,” ungkapnya.
Kang Bupati Sugiri mengungkapkan kekagumannya atas semangat dan komitmen masyarakat Tanjungrejo. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilestarikan. “Sedekah bumi ini adalah syukur yang tertinggi dalam konteks pertanian. Kita ngolah sawah, kita syukuri bersama. Ke depan semoga dari bumi akan muncul tanaman dan pangan yang dahsyat, membuat Tanjungrejo menjadi makmur,” katanya.
Festival Tengah Sawah Tanjungrejo bukan hanya sekedar acara, melainkan merupakan simbol kebersamaan dan usaha masyarakat untuk menghargai hasil pertanian yang telah mereka peroleh. Dengan harapan mendapatkan keberkahan dan kemakmuran, festival ini menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat desa.
Festival Tengah Sawah Tanjungrejo panen budaya