Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Deflasi Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kondisi deflasi yang terjadi di Indonesia selama tiga bulan berturut-turut, mulai dari bulan Mei hingga Agustus 2024, dikhawatirkan akan mengganggu pertumbuhan ekonomi nasional. Para ahli menyatakan bahwa hal ini berpotensi membuat pertumbuhan ekonomi negara tidak mencapai target yang ditetapkan sebesar 5,2 persen.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, memberikan pandangan mengenai dampak deflasi. Ia mengatakan, “Implikasi deflasi berakibat pada pertumbuhan ekonomi tahun ini yang diperkirakan ada di level lima persen, atau di bawah target 5,2 persen.” Pernyataan ini menggambarkan kekhawatiran terhadap kondisi perekonomian masyarakat saat ini.

Deflasi adalah suatu keadaan di mana terjadi penurunan harga barang dan jasa secara umum dalam suatu perekonomian. Situasi ini dapat membuat perusahaan ragu untuk berkembang, dan hal ini dapat berdampak negatif pada penciptaan lapangan kerja baru. Jika perusahaan mengurangi ekspansi bisnisnya, maka peluang kerja bagi masyarakat juga akan berkurang.

“Deflasi juga menyebabkan perusahaan menahan laju ekspansi bahkan bisa menurunkan rekrutmen karyawan baru,” tambah Bhima. Dalam kondisi ini, pengangguran berpeluang meningkat, dan hal ini tentu akan mempengaruhi daya beli masyarakat. Akibatnya, konsumsi masyarakat bisa menurun, yang merupakan hal yang sangat krusial bagi perekonomian.

Situasi ini menjadi perhatian serius bagi banyak pihak, karena mengingat pentingnya pertumbuhan ekonomi yang sehat bagi kesejahteraan masyarakat. Oleh sebab itu, langkah-langkah strategis diperlukan untuk memperbaiki kondisi perekonomian agar tidak terus melanjutkan tren deflasi ini.

library_books Idx Channel