Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Pria Lithuania Curang Mencuri Lebih dari Rp1,8 Triliun dari Google dan Facebook

Seorang pria berusia 50 tahun asal Lithuania bernama Evaldas Rimasauskas berhasil melakukan penipuan besar-besaran terhadap dua raksasa teknologi, Google dan Facebook, dengan total pencurian mencapai lebih dari Rp1,8 triliun antara tahun 2013 hingga 2015. Ini adalah salah satu kasus penipuan finansial terbesar yang pernah terjadi di dunia teknologi.

Bagaimana Rimasauskas dapat melakukannya? Ia mendaftarkan sebuah perusahaan fiktif di Latvia dengan nama yang sama seperti Quanta Computer, sebuah produsen elektronik nyata yang sudah menjadi mitra bisnis Google dan Facebook. Dengan cara ini, ia dapat menipu kedua perusahaan tersebut.

Rimasauskas kemudian membuat faktur dan kontrak palsu untuk membujuk Google dan Facebook membayar pasokan komputer yang sebenarnya tidak pernah mereka pesan. Ia berhasil menciptakan dokumen-dokumen ini agar tampak sah, sehingga perusahaan-perusahaan tersebut merasa yakin untuk melakukan pembayaran.

Setelah mendapatkan uang hasil penipuan, ia mentransfer pembayaran tersebut ke rekening bank di Latvia dan Siprus. Ia lalu mencuci uang tersebut melalui berbagai rekening lain di seluruh Eropa dan Asia, sehingga sulit terlacak oleh pihak berwenang.

Namun, setelah beberapa tahun, Rimasauskas akhirnya ditangkap dan diekstradisi ke Amerika Serikat untuk menghadapi sejumlah tuduhan. Meski begitu, pihak Google dan Facebook berhasil memulihkan sekitar Rp750 miliar dari total kerugian senilai Rp1,8 triliun.

Kasus ini menjadi peringatan penting bagi semua perusahaan untuk selalu waspada terhadap permintaan dan pembayaran finansial, bahkan jika mereka tampaknya berasal dari mitra yang sudah terpercaya. Penipuan seperti ini menunjukkan betapa pentingnya memiliki sistem verifikasi yang ketat dalam transaksi bisnis.

library_books Tech