MADIUN - Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB Kota Madiun menginisiasi gerakan "Aksi Bergizi Serentak" untuk mencegah stunting dan anemia di kalangan remaja putri. Stunting adalah kondisi di mana seorang anak memiliki tinggi badan yang kurang dari standar yang ditetapkan, akibat dari kurangnya gizi yang didapatkan selama masa pertumbuhan. Anemia sendiri adalah kekurangan sel darah merah, yang dapat mempengaruhi kesehatan dan pertumbuhan anak.
Di Indonesia, masalah anemia cukup serius dan dapat dialami oleh semua kelompok umur, termasuk remaja putri. Mereka lebih rentan mengalami anemia karena kehilangan darah saat menstruasi. Jika tidak ditangani, anemia dapat menyebabkan dampak negatif yang berujung pada stunting.
Pada Senin (9/9), aksi ini berlangsung di halaman SMPN 2 Kota Madiun. Puluhan siswi putri terlihat berkumpul, menikmati makanan bergizi sambil meminum obat tambah darah. Pj Wali Kota Madiun, Eddy Supriyanto, hadir untuk mendukung kegiatan tersebut.
Eddy Supriyanto memberikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan yang telah mengambil langkah untuk mendorong partisipasi aktif remaja putri dalam mengonsumsi obat tambah darah. Ia mengatakan, “Ini komitmen bersama menjaga kesehatan anak. Kegiatannya makan sehat, olahraga, minum tablet tambah darah dan harus terus dilakukan minimal seminggu sekali.”
Diharapkan melalui kegiatan ini, anak-anak dapat terhindar dari kekurangan darah merah, yang sangat penting untuk konsentrasi saat belajar. Eddy menambahkan, “Anak tidak lemes, sehat, bisa konsentrasi di kelas. Nantinya kalau sudah di umur hamil, anak tidak stunting. Ini upaya mencegah stunting supaya anak berkembang tumbuh sesuai usia.”
Dengan adanya gerakan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya gizi untuk kesehatan anak. Melalui pola makan yang tepat dan suplementasi yang cukup, diharapkan angka stunting dapat berkurang di Kota Madiun.
stunting anemia kesehatan anak