Pada hari ini, 20 tahun yang lalu, seorang aktivis hak asasi manusia Indonesia, Munir, mengalami kesakitan yang sangat parah saat terbang di atas langit Rumania dalam perjalanan menuju Belanda. Ia diketahui telah diracun, dan setelah insiden tersebut, jasadnya yang terbujur kaku dibalut dengan selimut tipis. Kejadian ini menjadi salah satu momen kelam dalam sejarah hak asasi manusia (HAM) di Indonesia.
Sejak tahun 2004, meskipun telah melewati berbagai periode pemerintahan, kasus pembunuhan Munir tetap tidak terpecahkan. Para pelaku pembunuhan, atau sering disebut sebagai dalang pembunuhan, hingga kini masih bebas tanpa dikenakan hukuman. Ini menunjukkan bahwa penegakan hukum di Indonesia untuk kasus pelanggaran HAM masih menemui banyak tantangan.
Nama Munir terus dikenang dan diabadikan dalam sejarah perjuangan hak asasi manusia di Indonesia. Pemikiran dan prinsipnya yang terus berbicara tentang keadilan dan hak asasi manusia selalu hadir dalam berbagai aksi pergerakan. Salah satunya adalah saat dilaksanakannya Aksi Kamisan yang ke-830, diselenggarakan pada Kamis (5/9/2024). Aksi ini berlangsung di seberang Istana Negara di Jakarta, menuntut agar kasus Munir dan kasus-kasus pelanggaran HAM lainnya tidak dilupakan.
Komunitas pejuang HAM menyatakan, "Kasus Munir harus diingat sebagai pengingat bahwa keadilan harus dicari dan pelanggaran HAM harus dihentikan." Dengan semangat itu, mereka menyerukan semua pihak untuk tidak melupakan perjuangan Munir dan segenap aktivis yang berjuang demi hak asasi manusia di Indonesia.
Munir kasus HAM Indonesia pembunuhan hak asasi manusia