Gencatan senjata antara Israel dan Hamas resmi dimulai pada pukul 11:15 waktu setempat setelah mengalami penundaan hampir tiga jam. Penundaan ini terjadi karena Israel mengklaim bahwa Hamas terlambat dalam memberikan nama tiga sandera asal Israel yang akan dibebaskan pada fase pertama kesepakatan ini.
Hamas menyatakan bahwa penundaan tersebut disebabkan oleh "alasan teknis lapangan", namun kemudian mereka memberikan daftar nama yang diperlukan. Meskipun gencatan senjata sudah disepakati, militer Israel tetap melanjutkan serangan di Jalur Gaza. Menurut Kementerian Kesehatan yang dikelola oleh Hamas dan para tenaga medis, tiga belas warga Palestina dilaporkan tewas sebelum gencatan senjata mulai berlaku.
Fase pertama dari kesepakatan ini direncanakan berlangsung selama enam minggu. Dalam fase ini, Hamas diharapkan untuk membebaskan 33 sandera sebagai imbalan atas pembebasan ratusan warga Palestina yang ditahan oleh Israel. Selain itu, gencatan senjata ini juga akan memungkinkan masuknya ratusan truk bantuan kemanusiaan ke Gaza setiap hari.
Kejadian ini menunjukkan adanya harapan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung lama antara kedua pihak. Namun, situasi di lapangan tetap sangat dinamis dan penuh ketegangan. Perkembangan terbaru dari situasi ini akan terus dipantau.
gencatan senjata Israel Hamas hostages Gaza