George R.R. Martin, penulis terkenal dari seri novel "A Song of Ice and Fire" yang menjadi dasar untuk serial "Game of Thrones" dan "House of the Dragon", mengaku tidak senang dengan akhir musim kedua dari "House of the Dragon". Ini menarik perhatian banyak fan karena ia dikenal jarang memberikan pendapat pribadi tentang adaptasi dari karyanya.
Dalam sebuah entri terbaru di blognya yang disebut "Not a Blog", Martin menulis, “...Ini bukan tahun yang baik bagi siapa pun, dengan perang di mana-mana dan fasisme yang semakin meningkat... dan secara pribadi, tahun ini juga buruk bagi saya, penuh dengan stres, kemarahan, konflik, dan kekalahan.”
Martin juga menyatakan rencananya untuk berbagi pandangannya lebih lanjut tentang "House of the Dragon". Ia menambahkan, “Saya tidak menantikan postingan lain yang harus saya tulis, tentang semua hal yang salah dengan HOUSE OF THE DRAGON... tetapi saya perlu melakukan itu juga, dan saya akan. Namun tidak hari ini.”
Pernyataan ini cukup menarik karena bahasa yang digunakan Martin cukup tegas. Sebelumnya, ketika membahas akhir dari "Game of Thrones", dia pernah mengungkapkan keinginannya agar cerita tersebut bisa berlanjut lebih lama. Meskipun begitu, dia biasanya menghindari memberikan pendapat pribadi tentang acara TV tersebut.
Dengan pengumuman ini, banyak penggemar yang penasaran dengan apa yang akan diungkapkan Martin mengenai "House of the Dragon" ke depannya. Apakah kritiknya akan mengubah persepsi orang-orang terhadap serial tersebut? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.
George R.R. Martin House of the Dragon kritik Game of Thrones