Setelah melalui rapat kabinet keamanan, pemerintah Israel akhirnya menyetujui pelaksanaan senjata henti di Gazastreifen. Keputusan ini diambil meskipun ada perbedaan pendapat di dalam kabinet. Menteri Keamanan, Itamar Ben-Gvir, melawan kesepakatan tersebut dan bahkan mengancam akan mengundurkan diri jika kesepakatan itu dilanjutkan. Sementara itu, Menteri Keuangan, Bezalel Smotrich, juga menyatakan penolakan terhadap kesepakatan ini, namun tampaknya ia tidak berniat untuk meninggalkan pemerintah.
Waktu pelaksanaan senjata henti ini direncanakan mulai hari Minggu dan akan berlangsung selama enam minggu. Menurut informasi dari militer, pasukan Israel di Gazastreifen sedang mempersiapkan langkah-langkah untuk menerapkan kesepakatan dengan Hamas. Ini termasuk persiapan untuk penarikan bertahap tentara dari beberapa bagian wilayah tersebut. Namun, militer menegaskan bahwa mereka tidak akan mengizinkan pengungsi Palestina kembali ke daerah yang ditempati oleh pasukan Israel.
Menurut informasi dari pihak Hamas, langkah pertama dalam kesepakatan ini adalah pembebasan tiga wanita Israel yang akan dilakukan pada malam hari Minggu. Selain itu, pada sore hari yang sama, Israel berencana untuk membebaskan 95 tahanan Palestina. Dari jumlah tersebut, terdapat 69 wanita, 16 pria, dan 10 anak di bawah umur.
Pelaksanaan senjata henti ini diharapkan dapat membawa harapan baru bagi situasi di Gazastreifen dan mengurangi ketegangan antara Israel dan Palestina.
Israel Waffenruhe Gazastreifen Hamas Nachrichten