Bahan bakar minyak (BBM) jenis baru akan segera dirilis di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, dalam sebuah acara di Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2024. Peluncuran tersebut dijadwalkan dilakukan secara bertahap.
Menurut Luhut, BBM yang baru ini memiliki kandungan rendah sulfur, yang berarti kadar sulfur dalam bahan bakar tersebut akan lebih sedikit dibandingkan BBM yang ada saat ini. "Rendah sulfur juga sudah mulai secara bertahap akan diluncurkan," ungkapnya. Ini merupakan langkah penting, mengingat kualitas BBM di Indonesia masih belum memenuhi standar Euro, yang adalah standar emisi gas buang yang ditetapkan oleh Uni Eropa untuk menjaga udara bersih.
Saat ini, kualitas BBM yang rendah menyebabkan Jakarta dan kota-kota besar lainnya mengalami masalah polusi udara. Salah satu sumber utama polusi adalah akibat dari pembakaran BBM berkualitas rendah. Produksi dan distribusi BBM baru ini akan disesuaikan dengan kesiapan pasokan dari PT Pertamina (Persero), perusahaan yang mengelola sumber daya energi di Indonesia. Luhut menekankan bahwa BBM jenis baru ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
Dengan peluncuran BBM rendah sulfur ini, diharapkan dapat mengurangi tingkat polusi di perkotaan, serta meningkatkan kualitas udara bagi warga. Peluncuran ini merupakan bagian dari usaha pemerintah untuk menghadirkan energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan.
BBM rendah sulfur Luhut Panjaitan Pertamina