Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan sebesar 0,32% pada sesi I Kamis, 5 September. IHSG mencatatkan angka 7.697,281, namun gagal bertahan di level intraday tertinggi yang tercatat di angka 7.722,225. Kenaikan ini menunjukkan fluktuasi yang umumnya terjadi di pasar saham.
Sektor IDX-Property menunjukkan performa positif dengan peningkatan sebesar 1,66%. Beberapa saham dalam sektor ini mencatatkan kenaikan signifikan, seperti ASRI yang melonjak sebesar 10,28% dan SSIA yang naik 8,16%. Begitu juga sektor keuangan, IDX-Finance, yang naik 1,52% dengan saham BBNI bertambah 1,40% dan DNET yang menguat hingga 8,71%.
Namun, tidak semua sektor mengalami kenaikan. Sektor energi mengalami penurunan sebesar 0,36%, dengan saham ADRO turun 1,40% dan ITMG yang juga tertekan hingga 1,36%. Selain itu, dalam sektor konsumer primer, saham UNVR mencatatkan angka yang mengejutkan dengan menyentuh level terendah intraday, yaitu Rp2.220 per saham. Ini menandakan adanya tekanan terhadap saham ini di pasar.
Dari sisi global, bursa ekuitas Wall Street menunjukkan pergerakan yang bervariasi pada Rabu kemarin. Hal ini terjadi seiring dengan data pasar tenaga kerja yang dirilis dan komentar dari pejabat Federal Reserve (Fed) mengenai kemungkinan pemangkasan suku bunga. Kondisi ini dapat berdampak pada pelaku pasar di Indonesia, termasuk pergerakan IHSG.
Dengan kondisi IHSG yang belum mampu bertahan di level 7.700-an, banyak yang bertanya-tanya ke mana arah suasana pasar selanjutnya. Untuk informasi lebih lanjut mengenai rekomendasi saham UNVR yang saat ini berada di level terendah, saksikan pembahasan di IDX 2nd session closing sore ini pukul 15:30 WIB. Siaran ini dapat disaksikan secara langsung di IDX Channel atau melalui berbagai platform televisi lainnya.
IHSG UNVR saham bursa pasar saham