Menurut penelitian yang dilakukan oleh Universitas Leeds di Inggris, dunia menghasilkan sekitar 57 juta ton polusi plastik setiap tahunnya. Angka ini sangat mengkhawatirkan karena menunjukkan dampak besar dari sampah plastik terhadap lingkungan.
Melalui laporan yang dirilis pada Kamis, 5 September 2024, diketahui bahwa lebih dari dua pertiga dari jumlah polusi plastik ini berasal dari negara-negara di Belahan Bumi Selatan. Negara-negara ini biasanya adalah negara berkembang yang menghadapi tantangan besar dalam mengelola limbah plastik mereka.
Profesor Costas Velis dari Universitas Leeds menyatakan, “Kita menghadapi masalah yang sangat besar. Polusi plastik bahkan ditemukan di tempat-tempat yang paling terpencil seperti Gunung Everest dan Palung Mariana.” Ini menunjukkan bahwa tidak hanya negara yang berkembang yang terpengaruh, tetapi dampak dari polusi plastik dapat mencapai tempat yang jauh dari aktivitas manusia.
Dalam penelitian ini, para akademisi dari Universitas Leeds mengeksplorasi polusi plastik yang dihasilkan di tingkat lokal di lebih dari 50.000 kota di seluruh dunia. Penelitian ini merupakan upaya untuk lebih memahami sumber dan penyebaran polusi plastik, serta memberikan wawasan tentang bagaimana masalah ini dapat ditangani dengan lebih baik.
Masalah polusi plastik adalah isu global yang memerlukan perhatian dari semua pihak. Dengan meningkatnya kesadaran akan dampak negatif sampah plastik, diharapkan lebih banyak tindakan dapat diambil untuk mengurangi penggunaannya dan mencari solusi yang lebih efektif.
polusi plastik lingkungan penelitian negara berkembang