Sejak ribuan tahun yang lalu, anggur telah diproduksi di Anatolia, Turki. Namun, dalam seratus tahun terakhir, sebagian besar kebun anggur dan pabrik anggur modern di negara ini hanya memproduksi varietas anggur Prancis yang diimpor. Sekarang, beberapa pengusaha anggur di Turki berusaha untuk menghidupkan kembali vitikultur tradisional dengan memperkenalkan varietas anggur lokal.
Salah satu tokoh penting dalam usaha ini adalah Umay Ceviker, seorang arsitek yang kini menjelma menjadi petani anggur. Ia bekerja dengan tanaman anggur tua yang sudah lama ditinggalkan, setelah komunitas Yunani dan Armenia dipaksa pergi. Umay berusaha untuk mengembalikan varietas anggur asli yang pernah ada di kawasan tersebut. Ia mengambil hasil panennya ke beberapa mikro-winery yang menggunakan metode tradisional dan menjualnya ke bar anggur serta toko-toko butik.
Tetapi, para petani anggur seperti Umay Ceviker menghadapi tantangan yang cukup berat. Cuaca yang semakin tidak menentu, perubahan iklim, dan serangan hama menjadi ancaman nyata bagi keberlangsungan produksi anggur. Selain itu, masalah yang lebih besar datang dari ketidakpastian politik.
Perubahan hukum dan kebijakan mengenai produksi serta penjualan alkohol sering kali mengganggu bisnis para produsen anggur di Turki. Para pengusaha berharap bahwa perhatian terhadap varietas anggur lokal dan upaya pelestarian tradisi dapat membantu mengatasi tantangan yang ada.
Melalui usaha ini, diharapkan budaya vitikultur yang kaya di Turki dapat dipertahankan dan diperkuat, meskipun tantangan dari alam dan kebijakan pemerintah terus mengancam.
Anggur Turki vitikultur kebijakan alkohol