Menurut sebuah penelitian terbaru oleh Cliff Asness, seorang investor kuantitatif ternama, pasar saham memiliki kisah yang berbeda dibandingkan dengan industri lainnya setelah revolusi industri. Di sebagian besar sektor, kemajuan teknologi telah meningkatkan efisiensi, tetapi situasi di pasar saham menunjukkan perbedaan yang signifikan.
Pada tahun 1990-an, perdagangan elektronik mulai umum digunakan, tetapi cara tersebut sangat berbeda dengan metode perdagangan saat ini yang kini bergerak dalam hitungan nanodetik. Nanodetik adalah satu bagian dari satu miliard detik. Ini menunjukkan betapa cepatnya transaksi sekarang dibandingkan dengan masa lalu.
Lebih banyak informasi tentang setiap saham juga tersedia saat ini dan bisa diakses lebih cepat. Kecepatan, persaingan, dan ketersediaan informasi yang lebih luas telah menjadikan biaya trading atau perdagangan menjadi lebih rendah. Dengan kata lain, transaksi di pasar saham menjadi lebih terjangkau bagi investor.
Namun, Asness mengingatkan bahwa kecepatan tidak selalu berarti presisi. Meskipun trader bisa melakukan transaksi dengan cepat, hal ini tidak menjamin bahwa mereka akan membuat keputusan yang tepat. Dengan banyaknya informasi yang beredar, penting bagi para investor untuk memilah dan memilih informasi yang akurat sebelum membuat keputusan investasi.
Asness juga menegaskan bahwa media sosial memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap pasar saham. Platform-platform ini seringkali menjadi tempat di mana informasi (dan kadang-kadang disinformasi) menyebar dengan cepat, yang dapat memengaruhi keputusan investasi banyak orang.
Dengan demikian, tantangan baru muncul: bagaimana menjalani efisiensi yang ditawarkan teknologi sambil tetap mempertahankan ketepatan dalam pengambilan keputusan investasi?
teknologi pasar saham efisiensi informasi kecepatan