Tour de Banyuwangi Ijen 2024 menggelar etape kedua di kawasan cagar biosfer dunia, Taman Nasional Alas Purwo. Taman Nasional ini terletak di sisi paling timur Pulau Jawa dan telah ditetapkan sebagai cagar biosfer dunia oleh UNESCO sejak tahun 2018. Pemilihan lokasi ini bertujuan untuk memperkenalkan keindahan alam dan keanekaragaman hayati yang ada di kawasan ini kepada publik internasional.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menjelaskan, "Tour de Banyuwangi Ijen kami desain memadukan antara olahraga, alam, dan budaya. Di kawasan cagar biosfer ini, pembalap akan menyusuri hutan Alas Purwo yang masih asri." Hal ini menunjukkan komitmen untuk tidak hanya menyelenggarakan acara olahraga, tetapi juga melestarikan dan menghargai lingkungan sekitar.
Taman Nasional Alas Purwo sendiri adalah salah satu taman nasional yang kaya akan flora dan fauna unik. Dengan luas mencapai 43.420 hektar, taman ini menjadi habitat bagi berbagai spesies langka seperti banteng dan berbagai jenis burung. Selain itu, kawasan ini juga merupakan bagian dari Geopark Ijen yang kini resmi menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark, sebuah pengakuan untuk tempat-tempat yang memiliki keunikan geologis dan nilai sejarah yang tinggi.
Ajang balap sepeda ini tidak hanya menarik bagi penggemar olahraga, tetapi juga menjadi kesempatan bagi wisatawan untuk menikmati keindahan alam yang ditawarkan oleh Taman Nasional Alas Purwo. Penggemar sepeda diharapkan akan meramaikan acara ini dengan mengikuti secara langsung etape kedua.
Bagaimana pendapat Anda tentang pelaksanaan Tour de Banyuwangi Ijen 2024? Jangan ragu untuk berbagi pendapat di kolom komentar.
Tour de Banyuwangi Taman Nasional Alas Purwo balap sepeda