Australia telah mengeluarkan peraturan baru yang memberikan hak kepada pekerja untuk "putus koneksi" di luar jam kerja mereka. Hal ini berarti, mereka tidak perlu menjawab telepon atau email dari atasan saat di luar jam kerja, kecuali jika situasi yang dihadapi dianggap 'tidak wajar'. Misalnya, mencari stapler di kantor bukanlah alasan yang dapat dianggap darurat untuk mengganggu pekerja di rumah.
Peraturan ini diharapkan dapat mengurangi stres kerja dan memberikan kebebasan kepada pekerja untuk menikmati waktu luang mereka tanpa gangguan dari pekerjaan. Jika perusahaan tetap mengganggu karyawan di luar jam kerja, mereka dapat dikenakan denda yang cukup besar, mencapai AU$93.900 atau sekitar $63.800.
Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menjelaskan bahwa, "Seseorang yang tidak dibayar 24 jam sehari tidak seharusnya dihukum jika mereka tidak online dan tersedia selama 24 jam". Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi.
Dengan adanya legislasi ini, pekerja di Australia kini bisa menikmati waktu istirahat mereka, termasuk saat mengalami kondisi kurang nyaman seperti hangover, tanpa khawatir dihubungi oleh atasan mereka.
hak putus koneksi Australia jam kerja