Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Kebakaran Hebat di Los Angeles Menghancurkan Rumah dan Memaksa Evakuasi

Kebakaran hebat melanda wilayah Los Angeles, Amerika Serikat, semalam, menghancurkan rumah-rumah dan memaksa puluhan ribu penduduk untuk mengungsi. Para pejabat setempat memperingatkan akan kerugian yang sangat besar saat api melanda kawasan elit Pacific Palisades. Kebakaran ini terjadi di tiga lokasi yang berbeda, terutama di wilayah barat laut Los Angeles, yang terdampak oleh angin kencang. Hingga pagi hari Rabu, kebakaran ini telah meluas lebih dari 5.600 hektar dan belum bisa dikendalikan sama sekali, menurut laporan dari Dinas Pemadam Kebakaran Los Angeles.

Api melalap rumah, sekolah, dan bisnis pada malam Selasa, serta memutuskan aliran listrik bagi ratusan ribu pelanggan di seluruh wilayah Los Angeles dan Ventura. Angin kencang membuat jalanan dipenuhi daun palm dan puing-puing.

Keluarga-keluarga yang tinggal dekat dengan zona evakuasi yang terus meluas mulai mengemas barang-barang dan bersiap untuk pindah. Banyak warga Los Angeles yang bangun pagi dengan mencium aroma asap di udara.

Angin Santa Ana yang kuat diperkirakan akan terus berhembus di sebagian besar wilayah Los Angeles dan Ventura hingga Rabu dan Kamis, dengan kecepatan angin mencapai 112 kilometer per jam di beberapa daerah. Para pejabat keselamatan publik memperingatkan bahwa angin kencang ini bisa berlangsung selama beberapa hari ke depan, dan hal ini menyulitkan upaya untuk menjatuhkan air atau bahan penghambat api dari udara.

Kebakaran ini menjadi salah satu dari bencana kebakaran terburuk yang pernah terjadi di wilayah tersebut, dan upaya pemadaman terus dilakukan oleh tim pemadam kebakaran. Penduduk diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari otoritas setempat.

library_books Wsj