Pemerintah Kabupaten Pasuruan telah menetapkan 22 kecamatan baru sebagai Kecamatan Tangguh Bencana, menyusul Kecamatan Winongan dan Rejoso yang sudah lebih dulu ditetapkan. Ini menjadikan total ada 24 kecamatan yang diakui memiliki ketangguhan dalam menghadapi bencana.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Sarinah Rostief, menjelaskan bahwa Kecamatan Winongan dan Rejoso pertama kali menjadi Pilot Project Kencana. Ini adalah program pemerintah untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.
Menariknya, Kecamatan Winongan dan Rejoso juga menjadi yang pertama di Indonesia yang mendapatkan Tanda Kecakapan Khusus Lencana Pratama dari Kementerian Dalam Negeri. Sarinah mengatakan, "Kecamatan Winongan dan Rejoso dianggap telah berhasil dalam mengoptimalkan penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) manajemen kebencanaan." Lencana ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi kecamatan lainnya untuk mengikuti jejak mereka.
Sarifah, yang akrab disapa Nina, menjelaskan bahwa program Kencana dirancang untuk memperkuat penanggulangan bencana yang melibatkan langsung masyarakat. Camat sebagai pemimpin di kecamatan memiliki peran penting dalam memastikan bahwa program ini dijalankan secara efektif, termasuk sosialisasi dan pelatihan bagi warga agar siap menghadapi bencana.
"Seorang camat adalah aktor kolaboratif yang memiliki peran strategis dalam memfasilitasi kecepatan SPM di wilayahnya," imbuh Nina. Hal ini sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 tentang Kecamatan yang mengamanatkan bahwa camat harus dapat menjalankan SPM di wilayahnya dengan optimal.
Dengan meningkatnya kecamatan yang ditetapkan sebagai Kecamatan Tangguh Bencana, diharapkan masyarakat di Kabupaten Pasuruan dapat lebih siap dan tangguh dalam menghadapi segala kemungkinan bencana di masa depan.
Kecamatan Tangguh Bencana BPBD Pasuruan