Pada Kamis, 1 Agustus 2024, sejumlah warga Halmahera melakukan aksi demonstrasi di depan kantor pusat PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Aksi ini merupakan bentuk protes dan kemarahan mereka terhadap bencana banjir besar yang telah melanda wilayah tersebut.
Banjir yang terjadi antara tanggal 21 hingga 24 Juli 2024 mencapai ketinggian hingga 3 meter, menyebabkan banyak desa di sekitar PT IWIP terisolasi dan terpaksa melumpuhkan aktivitas sehari-hari warga. Data menunjukkan bahwa banjir ini telah merendam minimum 12 desa, termasuk di daerah Halmahera Timur.
Salah satu penyebab utama dari bencana ini adalah jebolnya salah satu tanggul di kawasan industri PT IWIP. Dampak dari bencana ini sangat serius, di mana lebih dari 1.700 warga terpaksa mengungsi untuk menyelamatkan diri. Tragisnya, bencana ini juga mengakibatkan 13 orang kehilangan nyawa.
Otoritarinisme Negara-Korporasi telah menjadi sorotan dalam aksi demo ini. Warga menegaskan bahwa mereka berhak bersuara dan menuntut keadilan. Mereka berpendapat bahwa perusahaan harus bertanggung jawab atas kerusakan yang ditimbulkan akibat praktik mereka yang tidak bertanggung jawab.
Aksi tersebut menjadi bagian dari gelombang protes yang lebih besar, dengan masyarakat berdiri bersama untuk menuntut lingkungan yang lebih baik dan perlindungan terhadap hak-hak mereka.
Halmahera banjir PT IWIP demonstrasi bencana