Rachael "Raygun" Gunn, seorang penari breakdance dari Australia, telah memberikan wawancara pertamanya setelah penampilannya yang viral menjadi bahan perbincangan internasional. Dalam acara bincang-bincang Australia, "The Project," Raygun mengakui bahwa setelah debut Olimpiade yang banyak mendapat kritik, ia mengalami masa yang sulit, tetapi tetap membela gerakannya dan menegaskan bahwa para kritikusnya tidak memahami breakdancing dengan baik.
Raygun, yang berusia 37 tahun dan juga merupakan dosen di universitas, menjadi pusat perhatian global setelah kalah di setiap babak pertarungan breakdancing Olimpiade. Penampilannya dianggap oleh banyak penonton sebagai tindakan yang memalukan. Gerakan yang ditampilkan termasuk gerakan terinspirasi dari Australia, seperti melompat seperti kanguru, yang dianggap menggelikan.
Menurut Raygun, penampilannya di Olimpiade sebenarnya cukup umum di komunitas breakdancing. Meskipun demikian, ia masih belum bisa terhindar dari kritik dari sesama penari breakdance. Ia menyatakan rasa penyesalan atas reaksi negatif yang diterima oleh komunitas breakdancing, namun Raygun menegaskan bahwa ia "tidak dapat mengontrol bagaimana orang bereaksi." Ia juga mengusulkan bahwa breakdancing di Australia membutuhkan lebih banyak sumber daya agar dapat bersaing di level internasional.
Walaupun kemarahan global terhadap gerakan tariannya, Raygun tetap berpegang pada keyakinannya. Ketika ditanya apakah dirinya benar-benar percaya bahwa ia adalah penari breakdance perempuan terbaik di Australia, sang Olympian hanya menyatakan bahwa ia merasa "rekornya berbicara untuk itu," lalu melanjutkan untuk mencantumkan berbagai prestasi di bidang breakdancing yang telah diraihnya.
Wawancara lengkap dapat ditemukan di situs Mashable.
Rachael Gunn breakdance Olimpiade Australia