Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Motiv Shel Shooter di Munich Diduga Teroris dan Antisemit

Setelah insiden penembakan yang diduga merupakan tindakan teror di Munich, pihak berwenang kini melakukan penyelidikan mendalam. Fokus utama penyelidikan adalah pada kemungkinan adanya motif islamis atau antisemit, sesuai dengan apa yang disampaikan Gabriele Tilmann, Kepala Pusat Penanganan Ekstremisme dan Terorisme di Kejaksaan Agung Munich.

Menurut Tilmann, hipotesis ini muncul berdasarkan informasi yang diperoleh dari lembaga-lembaga di Austria. Ternyata, tersangka yang masih berusia 18 tahun itu mengalami radikalisasi islamis. Selain itu, waktu dan tempat terjadinya penembakan juga cukup mencolok. Pihak kepolisian mencatat bahwa penembakan terjadi pada hari yang sama dengan peringatan serangan Olimpiade 1972, yang menyasar pusat pendidikan Nazi dan Konsulat Jenderal Israel. Hingga saat ini, mereka belum menemukan pesan dari pelaku yang dapat menjelaskan motivasinya.

Pada beberapa tahun lalu, saat dilakukan penyelidikan terhadap pria tersebut, ditemukan barang-barang yang menunjukkan bahwa dia memiliki simpati terhadap organisasi ekstremis yang dikenal sebagai Haiat Tahrir al-Scham (HTS). Namun, pihak berwenang masih belum bisa memastikan apakah dia tetap memiliki hubungan dengan HTS atau justru beralih kepada kelompok teroris lain seperti ISIS.

Pria yang lahir di Austria dan memiliki keturunan Bosnia ini membeli senjata hanya sehari sebelum melakukan serangan. Menurut laporan dari Direktur Jenderal Keamanan Publik Austria, Ruf, penjual senjata tersebut adalah seorang kolektor senjata. Karabin yang dibeli pria tersebut seharga sekitar 5,6 juta rupiah itu dilengkapi dengan sebuah bajonet dan sekitar 50 butir peluru.

library_books Tagesschau