Pada bulan Agustus lalu, BlackRock, yang merupakan perusahaan investasi terbesar di dunia, mengumumkan bahwa mereka telah mengurangi dukungan untuk usulan pemegang saham yang berfokus pada isu lingkungan dan sosial. Sebelumnya, sejak Juli 2023 hingga Juni tahun ini, BlackRock hanya mendukung 4% dari 493 usulan yang diajukan terkait dengan isu-isu tersebut.
Perbandingan yang mencolok terlihat jika kita melihat data dari tahun 2021, di mana BlackRock memberikan dukungan sebesar 47% untuk usulan-usulan serupa yang diajukan oleh aktivis pemegang saham. Pengurangan dukungan ini adalah hal yang signifikan, terutama mengingat ukuran dan pengaruh BlackRock, yang mengelola lebih dari Rp 150.000 triliun dalam aset.
BlackRock beroperasi di tengah meningkatnya perhatian terhadap keberlanjutan lingkungan. Here, sustainability atau keberlanjutan sering diartikan sebagai praktik yang memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Dalam konteks ini, penurunan dukungan dari BlackRock bisa menjadi sinyal menurunnya komitmen terhadap isu-isu penting ini.
Perubahan ini menjadi perhatian publik, menggambarkan bagaimana dinamika kekuatan dalam investasi dapat mempengaruhi keputusan terkait keberlanjutan di tingkat global. Bagaimana respon dari pemegang saham dan masyarakat terkait langkah ini masih akan menjadi sorotan kedepannya.
BlackRock investasi isu lingkungan dukungan sosial