Menlu Jerman, Annalena Baerbock, telah meminta pemerintah Israel untuk melakukan tindakan yang lebih tegas dan jelas terhadap kekerasan yang dilakukan oleh pemukim radikal di wilayah Tepi Barat yang diduduki. Hal tersebut disampaikannya setelah bertemu dengan rekan sejawatnya dari Israel, Israel Katz, di Tel Aviv.
Baerbock menegaskan bahwa Israel harus menghentikan proyek pemukiman yang dianggap "ilegal" di Tepi Barat. "Siapa pun yang menyerang orang, mengusir mereka dari rumah, atau bahkan membunuh mereka harus bertanggung jawab dan dihukum berat," ujarnya. Ia berpendapat bahwa pemerintah Israel dapat memperoleh kembali kepercayaan internasional yang hilang dengan menghentikan proyek pemukiman tersebut sebagai langkah awal.
Dalam pernyataannya, Baerbock juga mengkritik komentar sebelumnya dari Katz yang menyatakan bahwa Israel perlu menghancurkan "infrastruktur teroris" di Tepi Barat dengan tekad yang sama seperti yang dilakukan di Gaza. Baerbock menambahkan, ia merasa terganggu ketika anggota pemerintahan Israel sendiri meminta pendekatan yang sama di Tepi Barat seperti yang diterapkan di Gaza. "Ini justru sangat membahayakan keamanan Israel," katanya.
Dia juga meminta kepada tentara Israel untuk tidak "mendorong ketidakamanan dan kekerasan baru" di Tepi Barat. Meskipun ia mengakui bahwa tindakan Angkatan Pertahanan Israel di wilayah tersebut ditujukan "terhadap terorisme," Baerbock merasa perlu ada penanganan yang lebih baik.
Pernyataan tersebut disampaikan pada hari yang sama ketika seorang warga negara AS ditembak dan dibunuh selama protes anti-pemukiman di Tepi Barat. Kejadian ini menyoroti ketegangan yang terus berlangsung antara pemukim dan penduduk lokal di wilayah yang penuh konflik ini.
Baerbock Tepi Barat Israel pemukim radikal kekerasan